Selasa, 28 Januari 2014

SWEET DREAMS


  Aku tidak tau apa yang aku alami semalam, kejadian itu sangat cepat. aku sedang berbicara dengan temanku namanya febi dia sahabat ku dan di situ ada dinda juga kita ber3 sedang tertawa riang, tiba2 dia(L) datang menghampiriku aku sangat kaget dibuatnya karna belum pernah dia mendekatiku duluan tanpa ada yang menyuruhnya dia berkata "kenapa galau terus, aku mau kamu jadi pacar aku lagi" sangat kaget mendengarnya aku bertanya pada diriku apakah ini mimpi/ hayalan, dan aku mengingat kembali ucapan bunda ku "bunda suka sama dia beda dari yang lain anaknya baik sopan ga peroko" setelah aku pikir boleh juga kalau di coba lagi dan pada akhirnya aku jadian di waktu yang sama itu karna desakaan dinda dan febi.
  Disitu rasanya beda banget beda dengan pertama aku menerimanya, seperti hal yang diinginkan terpenuhi. setelah kita ngobrol cukup lama, aku tadinya ingin pergi tapi ga tau kenapa itu badan rasanya lemes, dan aku terjatuh tepat di pelukannya <kaya sinetron>  kenapa aku ga bisa bangun lagi dan aku pun tidur di pelukannya hahahaha, ketika aku sadar aku bergegas mandi kemudian berdandan karna sudah siang ketika aku sedang berdandan dia bangun dan kekamar mandi tapi anehnya kenapa dia ga keluar dari kamar mandi?? itu yang jadi pertanyaan. ya sudah aku tinggal kan. lalu aku pergi ga tau kenapa aku pergi dengan esta, dan fajri mereka sahabatku juga. kita akan pergi jalan jalan. tapi kita ga tau harus naik kendaraan apa. cari taxi ga pada ada supir ada taxi mahal banget kata supirnya kalo mau naik kereta, ya sudah akupun pergi luntang lantung nyari statsiun tapi tidak ketemu dan pada akhirnya aku erbangun karna suara adzan yang ada di masjid

huh semua itu hanya mimpi. kenapa bukan kenyataan? apa dibalik cerita ini? apakah sama yang aku alami dulu ketika aku memimpikan orang yang aku suka dia malah pergi jauh sangat jauh dan akhirnya menyesal. mungkin ini akibat keegoisan aku. semua orang itu berbeda, ga ada yang sempurna. jalani yang ada ketika dia bersama yang lain jangan pernah bilang menyesal, karna kebodohan ku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar